Posts

Showing posts with the label Karya Sastra

Tentang Kurang

Image
Delapan tahun berlalu adalah masa dimana aku menyelami lautan juang untuk mengejar masa depan. Mengenang cerita ini membuat tangis kembali membongkar kelopak mataku yg kucoba rapatkan untuk berdoa. Bagaimana mungkin itu bisa terjadi. setelah kumantapkan pilihan pekerjaan demi orang tua, harus aku tinggalkan begitu saja  karena keadaan, lalu aku tak kuasa menahan perih yang harus membuatku pergi, dan yang lebih parah adalah bagaimana caranya menjelaskan di keluarga terlebih bapak/ibuku yang tanpa kenal sakit berjuang untukku. Tidak dapat dipungkiri dia yang kusebut perempuanku menghadirkan seribu juang dlm hidupku. Sungguh adalah hal yang tak dapat kukira, hanya dengan kata "KURANG" semua usahaku menjadi sia-sia. Memang benar aku yang salah, tapi tdak adakah sedikit pengertian setelah aku menjelaskan alasan dari semua itu...... Perjalanan dan kenyataan hidup memang tak dapat aku duga, seberapa kuat dan keras aku berusaha dan berdoa, namun Tuhan telah merencanakan banyak hal...

TERANGKUHKAN DUNIA

Image
Jerit tertahan melepas indah yang terekam pilu, lirih hati tak kuasa lagi merangkul hangat bahagia hening.. hujan mengaliri pipi terisak dalam kalbu yang berontak Pergilah lelakiku... Tiada sama tujuan yang terimpikan Tiada cinta yang harusnya mengukuhkan Aku hanya bunga jalan, Yang tak banyak orang sudi meski hanya tuk menatap aku hanya sebatas cahaya kunang, yang tak semua orang berkenang memandang. aku tersadar diri, bahwa kau kini telah bersayap materi, berjubahkan paras indah mentari. Kau yang kini telah terangkuhkan dunia siapalah aku... aku hanyalah insan yang mengagumi lelaki sederhana, lelaki yang dulu tak tau apa apa, lelaki cupu yang terasing dari gerlap semesta Senandung doa indah yang terpanjat tak lagi ku dengar dalam lelap untuk ku, untuk mu, Cinta kita telah kadaluarsa.. tak lagi sanggup bertahan mengindahkan Bila boleh meminta... Ku ingin kerumunan detik masalalu tak beranjak pergi dengan cepat, kututup semua pintu pintu yang sekiranya kau jadikan pelarian masa ...

BAPAK

Image
BAPAK (Ayah) Tiba tiba inget Bapak... Beliau yg terlihat tegar namun sebenarnya menyimpan sejuta kelukaan atas kebodohan anaknya... Beliau yg menguatkan rapuhku dulu, meyakinkanku bahwa semua akan baik baik saja... Beliau yg sampai kini tetap berupaya dan berdoa untuk bahagiaku... Ampuni putrimu bapak, cukuplah semua usahamu... cukuplah kesedihanmu... putrimu ini tak apa... putrimu telah belajar bahagia... kita dekat namun berasa sangat jauh... inginku berjumpa dg mu... mencium tanganmu dan berkata aku bahagia... Berhenti memikirkan kami, berhenti menyakiti hati.. bahagialah Bapak Ibu... aku hanya butuh doa dan restu kalian untuk langkah kedepanku... Maka dari itu, sehatlah kalian berdua... agar bisa turut berbahagia dg kebahagiaanku... ‪#‎ bp‬ . yhaz Karya  : Milla Poespitha

Kumpulan Puisi

Image
TANYA AKU  Seindah apapun huruf terukir... Dapatkah ia  bermakna jika tak ada jeda... Dapatkah ia  dimengerti, jika tak ada spasi... Bukankah kita baru bisa bergerak, jika ada  jarak... Dan  saling  menyayang  bila  ada ruang .... Kasih  sayang akan  membawa  dua  orang  semakin berdekatan ... Tapi ia tak  ingin mencekik,,,jadi  ulurlah  tali  itu... ! Nafas akan  melega dengan  sepasang  paru-paru yang tak  dibagi... Darah  mengalir deras dengan  jantung  yang tidak dipakai dua kali...  Jiwa  tidaklah dibelah..., tapi  bersua dengan jiwa lain yang searah...  Jadi  jangan  lumpuhkan  aku  dengan  mengatasnamakn  kasih sayang... Mari  berkelana  dengan  rapat,,, tapi  tak dibebat Janganlah  saling membendung apabila tak ingin  tersandung... Pegang  tangan  aku, t...

KATAKAN PADA TUHAN AKU BELUM SIAP (Cerpen) Karya SPA

Image
Sam akhir-akhir ini aku tumbang karena penyakit yang sudah menjalar menggerogoti tubuh ini. Sepertinya aku benar-benar tak lagi sanggup menatap keceriaan wajahmu seperti tahun-tahun awal kita bertemu. Dalam cobaan yang memaksa diriku untuk berbaring tanpa daya di kamar ini kupaksakan menggoreskan tinta pada kertas sebagai ungkapan kasih terhadapmu. Memang sangat berat ketika jari-jemari ini menyeret pena untuk menuliskan kata demi kata karena memang rapuhnya badan tak dapat diukur dengan tinta dan barisan kata-kata. Sejak didiagnosis menderita kanker Limfoblastik leukemia akut tiga tahun yang lalu. Sejak itu aku merasa dunia benar-benar runtuh bagiku. Aku benar-benar tidak tahan jika harus menikmati tindakan medis berupa cuci darah atau pun kemoterapi yang membuat tulang-beluang ini serasa tercabik dari dagingnya. Aku sadar tindakan medis apapun hanya akan memperpanjang sedikit masa hidupku bukan menyembuhkanku. Harusnya aku optimis Sam, karena kamu selalu ada buatku. Tapi nyata...

SUSU COKLAT YANG MENYEBALKAN (Cerita Jaman Sekolah Dasar)

Image
Setiap selesai upacara hari senin, satu kotak susu coklat, sebut saja susu indonesia sehat (susu formula bantuan Amerika untuk Indonesia, tepatnya aku masih duduk di kelas 6 SD tahun 1999) telah siap di atas meja kami. Seperti biasa sebelum pelajaran dimulai aku berlari keluar kelas dengan kotak susu di tanganku, salah satu teman mengikutiku dari belakang. Aku menoleh ke arahnya, tertawa licik, ia pun demikian. Kami berkonspirasi, ah tidak, tepatnya aku merencanakan sesuatu dan temanku setuju. Dan konspirasi ini telah terjadi beberapa kali, berhasil.  Pakguruku (pak Dipo namanya) berteriak-teriak di belakang kami, “Mau kemana? Membuang bungkus susu pak, jangan lari-larian!”. “ya.....pak”, jawabku tanpa menoleh. pakguruku lagi-lagi percaya (Benarkah?).  Sampai di depan kelas, aku berhenti. Menoleh pada temanku yang telah berada di sampingku, tersenyum licik, temanku pun demikian. Aku melangkahkan kaki, mendekati salah satu tanaman, pohon jati. Dengan anggun, kuangkat...

Dendam Kesumat

Image
Delapan tahun sudah tulisan ini aku buat dalam kondisi batin yang sangat mencekam, bayangan diri yang terpantul dalam cermin saat itu adalah momok mengerikan yang membuat hati ini penuh amarah, kebencian dan juga kesumat. aku tidak bisa bicara banyak mengenai apa yang sudah terjadi pada diriku, yang jelas tahun itu sudah menjadi suatu pondasi kuat pada bangunan karakter pribadiku. aku tidak ingin apa yang pernah menimpaku terulang pada orang lain terlebih untuk adik-adikku yang pada akhirnya melahirkan bentuk pribadi tempramental, meletup-letup, keras kepala dan cenderung jauh dari rasa belas kasih. ketika amarah dendam itu muncul tiba-tiba maka tidak lagi memandang object manusia sebagai manusia melainkan benda mati yang layak untuk dipermainkan. <<Pic Ilustrasi, 2008>>

Perjuangan Ibu

Image
Ibu aku masih bisa melihat senyummu, kurang lebih hampir sama seperti senyummu dulu, Kau berikan ribuan kasihmu kau selalu terjaga disaat ku sakit kau curahkan cintakasihmu kau timang aku sampai ku terlelap. Ibu, Aku iba kini ketika ku sadari aku tak mampu apa-apa untuk ibu. Meskipun aku tidak dekat denganmu Doamu selalu dekat denganmu .. mendengar doa ibu aku lumpuh kata, dada tercekat, bibir bungkam tak bisa bicara. Betapa mulianya ibu meskipun engkau diam seribu basa, tapi sorot matamu mengungkap rasa haru dan keterkejutanmu. Ya Allah! Sesungguhnya ibuku dalam tanggunganmu dan tali perlindunganMu ibu menangis ketika aku mendapat kesusahan ibu menangis ketika aku bahagia ibu memberi pelajaran keadilan dengan kasih sayang. Kasihku takkan putus terhadapmu selamanya I love you ibu, Ketika ku mulai belajar merangkak, engkau dgn sabar menjaga Ketika ku mulai belajar berbicara, engkau degan sabar mengenalkan bahasa tutur kata Maaf anak ku, aku semakin tua Ketika lututku mulai...